Mengenai Saya
- f.O.c
- Yuaaa... Welcome to f.0.c's bLog.. Let us introduce our story.. first... irma_rieZ,0nedHa_Imee,raisa_3@,deees_sY, n upie_t0m2 berkumpul di sebuah perpusda untuk belajar mekban.. and then.. setelah enegg nglyt "integral lapis legit",, akhirnyaaa.. tercetuslah sebuah nama sebuah cerita yang nantinya menjadi group bergengsi di ciViL..(whahahaaaa..) daaan.. menanti next generation... hihiii...^^
Senin, 13 September 2010
Peterpan-Langit Tak Mendengar
Menurunkan aku ke bumi
Hari berganti dan berganti
Aku diam tak memahami
Mengapa hidup begitu sepi
Apakah hidup seperti ini
Mengapa ku selalu sendiri
Apakah hidupku tak berarti
Coba bertanya pada manusia
Tak ada jawabnya
Aku bertanya pada langit tua
Langit tak mendengar
[denger lagu ini jadi teringat masa lalu,, saat2 aku tak ingin lagi mengenal kata "cinta", tak ingin memiliki rasa "cinta" agar tak ada lagi rasa "sakit" yang sama,, sampai ku memohon pada-Nya agar hatiku tak tersentuh lg oleh perasaan "cinta"]
_irmakikissi_
Bondan Prakoso feat. Fade 2 Black – Ya Sudahlah
ketika mimpimu yg begitu indah
tak pernah terwujud ya sudahlah
saat kau berlari mengejar anganmu
dan tak pernah sampai ya sudahlah
* apapun yg terjadi ku kan selalu ada untukmu
janganlah kau bersedih ’cos everything’s gonna be okay
yo satu dari sekian kemungkinan
kau jatuh tanpa ada harapan
saat itu raga kupersembahkan
bersama jiwa cita cinta dan harapan
kita sambung satu persatu sebab akibat
tapi tenanglah mata hati kita kan lihat
menuntun ke arah mata angin bahagia
kau dan aku tahu jalan selalu ada
juga ku tahu lagi problema kan terus menerjang
bagai deras ombak yang menabrak karang
namun ku tahu ku tahu kau mampu tuk tetap tenang
hadapi ini bersamaku hingga ajal datang
sempat kau berharap keramahan cinta
tak pernah kau dapat ya sudahlah
yeeah dengar ku bernyanyi lalalalalala
heyyeye yaya dedudedadedudedudidam
semua ini belum berakhir
repeat *
satukan langkah langkah yg beriring
genggam hati rangkul emosi
Genggamlah hatiku
satukan langkah kita
sama rasa tanpa pamrih
ini cinta across the sea
peluklah diriku terbanglah bersamaku
melayang jauh (come fly with me, baby)
ini aku dari ujung rambut menyusur jemari
sosok ini yang menerima kelemahan hati
yeah aku cinta kau (ini cinta kita)
cukup satu waktu yes (untuk satu cinta)
satu cinta ini akan tuntun jalanku
rapatkan jiwamu yo tenang di sisiku
rebahkan rasamu untuk yg ditunggu
bahagia hingga ujung waktu
repeat * [3x]
Lirik lagu Bondan Prakoso feat. Fade 2 Black – Ya Sudahlah ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 terbaru.
[ lagu ini jadi penyemangat bagi hidupku,, disaat aku merasa dunia tak adil padaku, saat itu pula ku berkata "yaa sudahlah" mungkin mmg beginilah jalannya.. aku slalu punya cara tuk membuat hidupku jadi bermakna,, berguna dan bermanfaat.. semampuku akan kulakukan yang terbaik untuk orang-orang yg berarti bagiku, yg kusayang, dan menyayangiku.. ]
_irmakikissi_
Nelson Mandela "Dikhianati" Tony Blair
Peter Hain, penggerak anti-Apartheid yang mengenal Nelson Mandela dengan sangat baik, mengatakan bahwa Mandela sangat marah dan memprotes aksi militer 2003. Hain mengungkapkan tentang telepon yang dilakukan oleh Mandela tersebut terungkap dalam biografi di buku barunya.
Hain mengungkapkan bahwa kritik tajam dibuat melalui panggilan resmi ke kantor menteri. Namun, hal itu dilakukan bukan dalam kapasitas pribadi melainkan protes terhadap apa yang dilakukan Blair terhadap Irak. Nelson Mandela hampir "meledak" ketika menelpon Blair karena merasakan pengkhianatan.
Hain mengutip pembicaraan Mandela yang mengatakan, "Sebuah kesalahan besar Peter, sebuah kesalahan yang sangat besar. Mengapa Tony melakukan hal ini setelah semua dukungannya untuk Afrika? Hal ini akan menyebabkan kerusakan besar bagi dunia internasional."
Hain juga mengungkapkan, "Saya belum pernah mendengar Nelson Mandela sangat marah dan frustrasi. Ia jelas merasa sangat kecewa terhadap Tony Blair. Sebagai pemerintah, seharusnya Blair melakukan kebijakan progresif di seluruh dunia."
Buku Nelson Mandela dengan judul `The Story of a Universal Hero`, termasuk penghargaannya terhadap Tony Blair diterbitkan hari ini (13/9). Buku tersebut dibanderol dengan harga £ 12,99 atau sekitar Rp 181 ribu.(Telegraph/AYB)
SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL: Benarkah untuk Mencerdaskan Bangsa?
Bila merujuk pada Undang-Undang Dasar 1945, tersebutkan dalam pasal 31 ayat 1 bahwa setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan dan pada ayat 2 disebutkan bahwa setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Dan dalam UU No. 20/2003 pasal 5, bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu, warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus, warga negara di daerah terpencil atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil berhak memperoleh pendidikan layanan khusus, warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus serta setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat.
Peran masyarakat dalam pendidikan nasional, terutama keterlibatan di dalam perencanaan hingga evaluasi masih dipandang sebagai sebuah kotak keterlibatan pasif. Inisiatif aktif masyarakat masih dipandang sebagai hal yang tidak dianggap penting. Padahal secara jelas di dalam pasal 8 UU No. 20/2003 disebutkan bahwa masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi program pendidikan. Peran serta masyarakat saat ini hanyalah dalam bentuk Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah, dimana proses pembentukan komite sekolahpun belum keseluruhannya dilakukan dengan proses yang terbuka dan partisipatif.
Kewajiban pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan dasar pun hingga saat ini masih sangat jauh dari yang diharapkan. Masih terlalu banyak penduduk Indonesia yang belum tersentuh pendidikan. Selain itu, layanan pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan bermutu pun masih hanya di dalam angan. Lebih jauh, anggaran untuk pendidikan (di luar gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan) di dalam APBN maupun APBD hingga saat ini masih dibawah 20% sebagaimana amanat pasal 31 ayat 4 UUD 1945 dan pasal 49 UU No. 20/2003, bahkan hingga saat ini hanya berkisar diantara 2-5%.
Bila melihat peristiwa yang belum lama terjadi di Indonesia, misalnya kasus tukar guling SMP Negeri 56 Jakarta serta kasus Kampar adalah sebongkah cerminan dari kondisi pendidikan di Indonesia, dimana kalangan pendidik dan kepentingan pendidikan masihlah sangat jauh dari sebuah kepentingan dan kebutuhan bersama, dimana pendidikan masih menjadi korban dari penguasa.
Sementara di berbagai daerah, pendidikan pun masih berada dalam kondisi keprihatinan. Mulai dari kekurangan tenaga pengajar, fasilitas pendidikan hingga sukarnya masyarakat untuk mengikuti pendidikan karena permasalahan ekonomi dan kebutuhan hidup. Pada beberapa wilayah, anak-anak yang memiliki keinginan untuk bersekolah harus membantu keluarga untuk mencukupi kebutuhan hidup karena semakin sukarnya akses masyarakat terhadap sumber kehidupan mereka.
Belum lagi bila berbicara pada kualitas pendidikan Indonesia yang hanya berorientasi pada pembunuhan kreatifitas berpikir dan berkarya serta hanya menciptakan pekerja. Kurikulum yang ada dalam sistem pendidikan Indonesia saat ini sangat membuat peserta didik menjadi pintar namun tidak menjadi cerdas. Pembunuhan kreatifitas ini disebabkan pula karena paradigma pemerintah Indonesia yang mengarahkan masyarakatnya pada penciptaan tenaga kerja untuk pemenuhan kebutuhan industri yang sedang gencar-gencarnya ditumbuhsuburkan di Indonesia.
Sistem pendidikan nasional yang telah berlangsung hingga saat ini masih cenderung mengeksploitasi pemikiran peserta didik. Indikator yang dipergunakanpun cenderung menggunakan indikator kepintaran, sehingga secara nilai di dalam rapor maupun ijasah tidak serta merta menunjukkan peserta didik akan mampu bersaing maupun bertahan di tengah gencarnya industrialisasi yang berlangsung saat ini.
Pendidikan juga saat ini telah menjadi sebuah industri. Bukan lagi sebagai sebuah upaya pembangkitan kesadaran kritis. Hal ini mengakibatkan terjadinya praktek jual-beli gelar, jual-beli ijasah hingga jual-beli nilai. Belum lagi diakibatkan kurangnya dukungan pemerintah terhadap kebutuhan tempat belajar, telah menjadikan tumbuhnya bisnis-bisnis pendidikan yang mau tidak mau semakin membuat rakyat yang tidak mampu semakin terpuruk. Pendidikan hanyalah bagi mereka yang telah memiliki ekonomi yang kuat, sedangkan bagi kalangan miskin, pendidikan hanyalah sebuah mimpi. Ironinya, ketika ada inisiatif untuk membangun wadah-wadah pendidikan alternatif, sebagian besar dipandang sebagai upaya membangun pemberontakan.
Dunia pendidikan sebagai ruang bagi peningkatan kapasitas anak bangsa haruslah dimulai dengan sebuah cara pandang bahwa pendidikan adalah bagian untuk mengembangkan potensi, daya pikir dan daya nalar serta pengembangan kreatifitas yang dimiliki. Sistem pendidikan yang mengebiri ketiga hal tersebut hanyalah akan menciptakan keterpurukan sumberdaya manusia yang dimiliki bangsa ini yang hanya akan menjadikan Indonesia tetap terjajah dan tetap di bawah ketiak bangsa asing.
Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana sistem pendidikan di Indonesia menciptakan anak bangsa yang memiliki sensitifitas terhadap lingkungan hidup dan krisis sumber-sumber kehidupan, serta mendorong terjadinya sebuah kebersamaan dalam keadilan hak. Sistem pendidikan harus lebih ditujukan agar terjadi keseimbangan terhadap ketersediaan sumberdaya alam serta kepentingan-kepentingan ekonomi dengan tidak meninggalkan sistem sosial dan budaya yang telah dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Hari Pendidikan Nasional tahun ini di tengah-tengah pertarungan politik Indonesia sudah selayaknya menjadi sebuah tonggak bagi bangkitnya bangsa Indonesia dari keterpurukan serta lepasnya Indonesia dari ?penjajahan?? bangsa asing. Sudah saatnya Indonesia berdiri di atas kaki sendiri dengan sebuah kesejahteraan sejati bagi seluruh masyarakat Indonesia.
_irmakikissi_


